Just another WordPress.com site

Terbaru

Seleksi Kapal Pemuda Nusantara 2011 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

 

 

 

 

 

Berdasarkan keputusan Presiden Nomor 9 tahun 2011, tentang Lintas Nusantara dan Pemuda Bahari (LNRPB) Sail Wakatobi Belitong 2011, dengan peserta dari berberapa instansi pemerintah (kementrian) diantaranya akan melibatkan Kementrian Pemuda dan Olahraga, Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) akan melaksanakan Program Kapal Pemuda Nusantara (KPN) yang waktu pelaksanaanya dari tanggal 19 September s.d 9 Oktober 2011 dengan rute keberngkatan dari Jakarta-Pontianak-Batam-Dumai-Bangka-Belitung-Jakarta.
A. Persyaratan khusus calon peserta
1. Warga Negara Indonesia berusia 21-27 tahun (dibuktikan dengan KTP provinsi DIY)
2. Sehat Jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat dokter
3. Minimal lulus SMA dan bisa renang
4. Belum menikah
5. Tidak merokok
6. Bagi mahasiswa dan pegawai harus ada izin dari instansi bekerja/ Universitas/ Fakultas
7. Membuat proposal tentang potensi kelautan di provinsi masing-masing. Proposal usaha atau makalah mengenai potensi kelautan daerah masing –masing (provinsi). Format proposal (latar belakang, masalah atau potensi yang akan dibahas, gambaran potensi kelautan yg dibahas, konsep pengembangan atau pemberdayaan potensi kelautan, analisa pengembangan potensi dan strategi pengimplementasian potensi kelautan, simpulan, rekomendasi)
8. Belum pernah mengikuti program KPN
9. Tinggi badan minimal :P utra 162 cm berat 52 kg dan putri 155 cm berat 45 kg
10 Memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik dibuktikan melalui test lari 2400 meter dengan durasi untuk putra : 10,46-12 menit dan putri : 13,81-15,54 menit, yang akan dilaksanakan panitia daerah.

B. Persyaratan Administratif
1. Fotocopi KTP DIY yang masih berlaku (dibawa saat mendaftar)
2. Fotocopi ijazah SMA dilegalisasi (dibawa saat mendaftar)
3. Izin tertulis dari orang tua dan istansi yang bersangkutan
4. Pas foto berwarna 3×4 sebanyak 4 lembar

C. Jenis seleksi
1. Seleksi administrasi
2. Tes wawancara : a. Seni dan budaya Yogyakarta
b. Kebahariaan
c. Nasionalisme
3. Tes fisik : lari 2400 meter (diadakan sebelum berbuka puasa) + renang
4. Presentasi proposal

D. Jadwal seleksi (Yogyakarta)
1. Pendaftaran peserta tanggal 16, 18, dan 19 Agustus 2011 di Balai Pemuda dan Olahraga. Membawa syarat administrasi (fotokopi KTP, Fotokopi ijazah yang dilegalisasi) dengan dimasukan ke dalam map. Warna map : laki-laki (Merah), Perempuan (Biru)
2. Seleksi Peserta tanggal :Tahap I : 22 Agustus 2011 (administrasi, wawancara)
23 Agustus 2011 (Fisik)
24 Agustus 2011pengumuman Tahap I (4 orang akan terpilih)
Tahap II : 25 Presentasi Proposal
26 Agusutus 2011 pengumuman peserta utama dan cadangan, brifing
3. Pembekalan peserta di Jakarta (cibubur) tanggal 16 – 18 September 2011
4. Mulai berlayar tanggal 19 September 2011
5. Selesai program 9 Oktober 2011

E. Lain-lain
- Jika calon peserta hasil seleksi daerah yang dikirimkan ke Kemenpora tidak memenuhi persyaratan, maka Kemenpora berhak menolak dan meminta daerah asal atau daerah lain untuk menggantikanya.
- Seluruh proses seleksi dan program tidak dipungut biaya atau gratis.

F. Tempat Pendaftaran
Balai Pemuda dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Alun-Alun Kidul (selatan) sebelah timur Sasono Hinggil Dwi Abad.

Cp : Seto 081931796047
Balai Pemuda dan Olahraga (0274)374916

“MENAKAR, MEMBERDAYAKAN, MENABURKAN POTENSI BAHARI”


Yogyakarta Gamelan Festival 2010

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) menjadi muara bertemunya antara pemain gamelan dengan pecinta gamelan dari segala penjuru dunia. Gamelan sendiri merupakan instrumen asli Indonesia yang sarat makna dan filosofis. Keberdaanya menjaadi penting sebagai bagian dari identitas bangsa.

Yogykarta Gamelan Festival ke-15 ini dalam setiap penyelenggaraanya selalu mempunyai tema. Pada tahun ini YGF bertema “When? Anytime”. Maksudnya adalah musik gamelan dan semangatnya ada setiap saat dan seterusnya.

Kutemukan Mangrove di Bantul

Hobi browsing ternyata dapat memberikan info-info yang menarik,  salah satunya adalah informasi tentang keberadaan area mangrove di daerah Bantul, sekitar 17 km ke selatan dari kota Jogja. Letaknya di desa Tirtohargo, tepatnya di hilir sungai opak, pesisir selatan Bantul, antara pantai Depok dan Samas.
Laman yang kubaca yaitu tentang penanaman massal 1000 bibit Mangrove yang dilakukan PMI bantul bekerjasama dengan PMI Jerman. Berita itu mematahkan perkiraanku kalau pesisir selatan Yogyakarta tidak bisa di tanami mangrove.
Pada saat bersamaan aku juga dapat informasi tentang program Kapal Pemuda Nusantara. Progam itu bertujuan untuk mengenalkan dan merangsang kecintaan terhadap kebahariaan Indonesia. Nah, salah satu syaratnya adalah membuat proposal tentang potensi kelautan di daerah masing-masing. Tanpa perlu berpikir banyak, aku mengangkat tema tentang mangrove Tirtohargo itu. Bersama Ires aku survei ke daerah sana, untungnya aku g salah bawa orang, nyasar beberapa kali dan harus berjalan kaki si Ires tetep ketawa-ketawa g ngeluh

.

Untungnya lagi Ires punya kamera bagus.
Setelah nyasar beberapa kali, akhirnya ketemulah daerah mangrove itu berkat papan yang sudah rusak yang bertuliskan “Area Pembibitan Bakau”.

Untuk memasuki daerah itu kami harus melalui jalan kecil. “kui Mangrove e!” sahutku pertama kali liat pohon yang akarnya menjalar-jalar.


Setelah itu, kami bertemu dengan Pak Warsono. Ketika pertama liat wajahnya, kebayang laman web beberpa minggu yang lalu di Laman Jakarta pos. “Mangrove Man!”.. iya memang beliau orangnya. Setelah itu kami di pandu “Mangrove Man” ke tempat budidaya mangrove, dan dikenalkan beberapa jenisnya. Avicena dll (aku lupa yang lain). Beliau mengatakan bahwa sudah beberapa tahun ini beliau menjaga dan merawat serta melestarikan mangrove tanpa diberi imbalan oleh pemerintah. Mungkin imbalan secara tidak langsung adalah ternaknya pak Warsono bisa makan rerumputan secara bebas. Beliau juga bercerita tentang “musuh”nya yang selama ini mengancam keberadaan mangrove di daerah tersebut. “Musuh”nya pak Warsono adalah penambang pasir illegal. Beliau telah melaporkan ke pemerintah dan beberapa LSM tetapi belum ada tindak lanjutnya.
Setelah puas melihat-lihat kawasan konservasi mangrove, tibalah saatnya untuk pulang. Alhamdulillah dapat dua tanaman mangrove untuk dibawa pulang.
Semoga lahan konservasi mangrove di desa Tirtohargo dapat lestari dan pemerintah kabupaten dapat merespon fenomena ini dengan baik.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.